Bupati Bekasi dan Anggoa DPR RI Meninggal Setelah Tak Dapat Ruang ICU

Ilustrasi penanganan pasien positif Covid-19(KOMPAS.COM/SHUTTERSTOCK)
Ilustrasi penanganan pasien positif Covid-19(KOMPAS.COM/SHUTTERSTOCK)

JAKARTA, SURYASOLO.COM – Ledakan kasus virus Corona atau Covid-19 membuat rumah sakit di Jabotabek penuh. Banyak pasien meninggal karena keterlambatan penanganan dan tidak mendapat tempat di ICU.

Sejumlah pejabat dan pegawai pemerintah di Jabodetabek bahkan ikut kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan optimal hingga akhirnya meninggal dunia.
Berikut daftarnya yang telah dirangkum:

Bupati Bekasi

Bupati Bekasi, Jawa Barat,  Eka Supria Atmaja, meninggal dunia setelah berjuang melawan Covid -19. Eka sempat menjalani perawatan selama 10 hari di dua rumah sakit, yakni di RS Permata Bekasi dan Rumah Sakit Siloam, Kelapa Dua, Tangerang, Banten.

Perawatan dilakukan di Tangerang setelah Eka tak mendapat ruang ICU di wilayahnya sendiri yang penuh dengan pasien Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi Sri Enny Mainarti mengungkapkan bahwa Bupati Eka memiliki komorbid hipertensi. “Kondisi jantung dan tekanan darah normal, namun karena beliau ada komorbid, jadi harus dilakukan perawatan di ruangan ICU,” kata dia.

Setelah dipindah ke Rumah Sakit Siloam, kondisi Eka sempat membaik, tetapi takdir berkata lain. Ia meninggal dunia pada Minggu (11/7/2021).

Anggota DPR

Anggota Komisi II DPR RI John Siffy Mirin juga meninggal dunia akibat Covid-19 setelah terlambat ditangani. Ia berpulang pada 3 Juli 2021, dini hari.

Ketua Fraksi PAN di DPR, Saleh Daulay mengatakan, John wafat akibat terlambat mendapat perawatan di ruang ICU.

Ia menyebutkan, John berpulang dua jam setelah akhirnya dapat dirawat di ICU Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD). “Malam terakhir meninggal itu justru meninggalnya setelah dipindahkan ke RSPAD tetapi hanya dua jam di ICU sudah meninggal karena terlambat, sangat terlambat sekali,” ujar Saleh.

Akibat meninggalnya John itu, Wakil Sekjen PAN Rosaline Irine Rumaseuw melontarkan ide kontroversial yaitu agar pemerintah menyiapkan RS khusus pejabat.

Ia mengatakan, dengan segala jaringan yang ia miliki sebagai elite partai, ia tetap kesulitan mencarikan tempat perawatan bagi John hingga akhirnya meninggal dunia.

BACA:Tabrakan maut di Tol Semarang-Solo Mobil Innova Remuk dan 2 Penumpangnya Tewas

BACA:Lurah-Linmas Positif COVIS-19, Kelurahan Mojosongo Solo Lockdown