Pengakuan Suami Tega Benamkan Kepala Istri ke Baskom Air, Sempat Cekcok dan Berebut Uang

Supriadi pelaku pencekik istri hingga tewas di Batam saat diperiksa di Mapolresta Barelang, Selasa (2/2).(suryasolo.com/romi)

BATAM, SURYASOLO.COM – Supriadi (32), seorang suami di Batam yang membunuh istrinya Nurvita Sari (25) dengan cara mencekik dan membenamkan kepala istrinya ke dalam baskom berisi air memberikan pengakuan atas tindakannya di hadapan polisi.

Supriadi menyatakan berlaku nekat membenamkan kepala istrinya ke baskom berisi air karena kesal saat minta dibelikan sepatu kerja.

Seperti diketahui, kejadian itu berlangsung pada Selasa (2/2/2021) sekitar pukul 15.30 WIB di Kavling Pendawa, Sagulung, Kota Batam.

Baca: Pengakuan Suami Tega Benamkan Kepala Istri ke Baskom Air, Sempat Cekcok dan Berebut Uang

Baca: Ingin Menikmati Uji Coba KRL Yogya-Solo, Begini Caranya dan Aturan Prokesnya

Baca: Zodiak Karier Libra Besok 2 Februari, Sedang di Puncak Peluang, Bakal Memesona Rekan

Tak lama kemudian, ia menyerahkan diri ke Polisi. Ia diperiksa di Mapolresta Barelang.

Diperoleh informasi, dari pengakuannya, pelaku mengaku kesal karena tidak memberikan uang untuk membeli sepatu dan pakaian untuk bekerja.

Supriadi selama ini menganggur dan baru saja mendapatkan panggilan di sebuah proyek.

Namun, kata Supriadi, saat itu sang istri membentak dirinya dengan nada keras dengan alasan masih ada sepatu yang bisa dipakai.

Dikatakannya, itu merupakan kelanjutan dari persoalan sehari sebelumnya dimana saat itu berakhir dengan cekcok.

“Sehari sebelumnya saya cekcok juga sama istri saya, saya minta uang untuk beli baju dan sepatu untuk kerja,” kata Supriadi, saat diperiksa di Mapolresta Barelang, Selasa (2/2/2021).

Siang itu ia kembali meminta uang kepada istrinya untuk membeli sepatu dan baju. Namun, sang istri tetap mengatakan tidak ada uang.

“Saya cari dalam lemari, ternyata ada uang. Istri saya merebut uang tersebut dari tangan saya,” ujarnya.

Supriadi merasa kesal karena sang istri merebut uang tersebut dan langsung mencekiknya.

Diakui, meski telah terkulai lemas, Supriadi melihat ia masih bergerak. Ia kemudian dengan teganya membenamkan kepala istrinya itu ke baskom berisi air.

“Saya lihat istri saya masih bergerak, terus ada baskom berisi air. Saya benamkan kepala istri saya ke dalam baskom itu sampai tidak bergerak,” ungkap Supriadi.

Lanjut Supriadi, karena merasa bersalah, ia menyerahkan diri ke pihak kepolisian Polresta Barelang.

Sejumlah sumber menduga percekcokan itu menjadi biang terjadinya tragedi tersebut. Bahkan eprsoalan ekonomi dinilai menjadi pemicu tindak kekerasan tersebut.(*)

Editor: purwoko l Penulis: Romi Kurniawan