Arief Budiman Diberhentikan dari Ketua KPU: Saya Tak Pernah Lakukan Kejahatan Pemilu

Arief Budiman, Ketua KPU RI yang dijatuhi sanksi pencopotan jabatan Ketua KPU RI.(suryakepri.com/foto/ist/pikiran rakyat)

Arief Budiman merespons putusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) menjatuhkan sanksi peringatan terakhir dan memberhentikannya sebagai ketua KPU.

JAKARTA, SURYASOLO.COM – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman dinilai melanggar kode etik penyelenggara pemilu. Ia pun diberikan sanksi pencopotan jabatan Ketua KPU.

Arief Budiman merespons putusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) menjatuhkan sanksi peringatan terakhir dan memberhentikannya sebagai ketua KPU tersebut.

Baca: CARA Mendapat Bantuan UMKM BPUM Terbaru 2021 & Cek Penerima BLT Banpres eform.bri.co.id/bpum Rp 2,4 Juta

Baca: Ngeri, Pelaku Penggal dan Tenteng Kepala Korban Sejauh 15 Kilometer

Baca: Danramil Sumedang Tewas Tertimbun Longsor, Kapolres Sumedang: Pak Danramil Tadinya Berdiri di Sebelah Saya

Arief Budiman mengatakan, ia legawa dengan putusan itu karena tidak melakukan kejahatan pemilihan umum (pemilu).

“Satu saja yang ingin saya tegaskan bahwa saya tidak pernah melakukan kejahatan pemilu yang mencederai integritas pemilu,” ujar Arief kepada wartawan, Rabu (13/1).

Arief diberhentikan dari jabatannya sebagai ketua, tetapi masih menjadi anggota KPU RI periode 2017-2022.

Arief tetap terbukti melanggar kode etik penyelenggara pemilu (KEPP) karena mengaktifkan kembali Evi Novida Ginting Manik sebagai anggota KPU RI yang telah diberhentikan tetap oleh DKPP.

Arief mengatakan, KPU RI masih menunggu salinan putusan DKPP nomor 123-PKE-DKPP/X/2020 secara resmi.

KPU kemudian akan mempelajari putusan tersebut untuk memutuskan tindak lanjutnya.