Istilah “Adaptasi Kebiasaan Baru” Lebih Mudah Dipahami daripada New Normal, Ini Kata Ahli

Petugas Satlantas membagikan masker kepada warga untuk menerapkan kebiasaan baru yang sehat.(suryasolo.com/ist)

YOGYAKARTA, SURYASOLO.COM – Istilah ‘adaptasi kebiasaan baru’ lebih mudah dipahami masyarakat dibandingkan ‘new normal’ atau kenormalan baru.

Penggunaan istilah yang mudah dipahami akan membuat masyarakat mematuhi penerapkan protokol kesehatan.

“Menurut saya lebih tepat dengan istilah ‘adaptasi kebiasaan baru’ karena kebiasaan kita baru semua mulai dari cuci tangan, pakai masker, dan jaga jarak,” kata Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daerah Istimewa Yogyakarta dr Joko Murdiyanto di Yogyakarta, Kamis (18/6).

Baca: Warga Wonosobo Tak Kenakan Masker di Luar Rumah Siap-siap Kena Sanksi Push Up

Baca: Ini Rahasianya Wanita Punya Daya Ingat di Usia Tua

Baca: Megawati Disebut Sudah Teken Rekomendasi untuk Pilwakot Solo, Gibran Masih Slow

Joko mengatakan istilah normal baru tidak jarang disalahpahami sebagian masyarakat. Banyak yang menganggap normal baru sebagai situasi yang sudah normal sepenuhnya tanpa perlu disertai pembiasaan menerapkan protokol kesehatan.

Dalam situasi pandemi Covid-19 seperti saat ini, menurut Joko, kampanye yang digencarkan perlu memerhatikan istilah yang tepat serta mudah diterima seluruh lapisan masyarakat.

“Ya bagi orang yang mengerti enggak masalah. Tetapi bagi masyarakat yang tidak paham barangkali ‘new normal’ pemahamannya ya sudah kembali ke normal,” kata dia.

Kendati memiliki semangat untuk menggairahkan kembali perekonomian nasional, menurut dia, jaminan penerapan protokol kesehatan harus menjadi fokus utama untuk menekan kasus penularan Covid-19 yang masih berpotensi terjadi.