Masih Banyak Warga Tak Pakai Masker di Sragen, Padahal Satu Juta Masker Sudah Dibagikan

Ilustrasi. Pemakaian Masker.(ist)

SRAGEN, SURYASOLO.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen bersama TNI dan Polri segera menggelar operasi atau razia warga yang tidak mengenakan masker di sejumlah lokasi pusat kerumunan orang.

Razia masker tersebut dilakukan sebagai upaya penegakan aturan protokol kesehatan yang tertuang dalam Surat Edaran (SE) tentang New Normal di Kabupaten Sragen.

Keputusan tersebut diambil Wakil Bupati Sragen Dedy Endriyatno dalam rapat koordinasi lintas sektoral di Aula Ops Room Sekretariat Daerah (Setda) Sragen, Senin (15/6/2020).

Wabup menjelaskan razia atau operasi penyekatan itu dikoordinasi Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang dibantu oleh TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK), dan sukarelawan.

“Operasi itu seperti operasi pengendara motor yang tidak pakai helm. Satu juta lembar masker sudah dibagikan kepada warga Sragen. Semua warga Sragen sudah punya masker. Ketika ada pedagang di pasar tradisional yang tidak pakai masker berarti ndableg,” ujarnya, seperti dikutip dari solopos.com.

“Semua pasar modern juga wajib menjalankan protokol kesehatan. Kemudian bagi masyarakat yang tidak pakai masker dirazia atau dioperasi, semacam cegatan masker. Nomor KTP-nya dicatat supaya membawa dampak psikologis. Bagi pelaku usaha yang membandel bisa dicabut izinnya,” tambah Dedy.

Dia mengatakan sanksinya nanti bisa sanksi kerja sosial atau pencabutan izin usaha. Dia mengatakan pelaksanaan new normal itu memaksa pemerintah daerah mengambil langkah tegas.(*)

Editor: Ucu Rahman