7 Anggota Sindikat Perekrutan ABK WNI di Kapal China Diringkus, Direktur Perusahaan Disergap Polda Jateng

Polda Kepulauan Riau saat ini tengah menjalin komunikasi dengan Interpol, guna melakukan penyelamatan terhadap 10 WNI lainnya, yang diduga masih berada di atas kapal berbendera China Fu Lu Qing Yuan Yu 901. (suryasolo.com/fernando)

Polri Gandeng Interpol Ingin Segera Selamatkan 10 WNI yang Masih Berada di Kapal China. Berawal dari 2 ABK yang nekat terjun ke laut di Karimun, 7 anggota jaringan telah dibekuk.

BATAM, SURYASOLO.COM – Setelah berhasil melakukan penangkapan terhadap komplotan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), yang merupakan sindikat Internasional, Polda Kepulauan Riau menjalin komunikasi dengan Interpol, guna melakukan penyelamatan terhadap 10 WNI lainnya.

Para WNI itu diduga masih berada di atas kapal berbendera China Fu Lu Qing Yuan Yu 901.

“Dari hasil keterangan korban, kita mendapati adanya WNI lain yang dipekerjakan secara tidak manusiawi di atas kapal tersebut. Untuk itu kita tengah lakukan upaya penyelamatan,” tegas Dirkrimun Polda Kepri, Kombes Pol Arie Dharmanto, Senin (15/6/2020) sore di Mapolda Kepri, Batam, Kepulauan Riau.

Baca: Dengan Diborgol Tiga Tersangka Trafficking ABK Kapal China Tiba di Batam

Baca: Keuangan Shio yang Dapat Hoki Besar, Usaha Lancar 7 Shio Ini Rezeki Mengalir Deras

Baca: Keuangan Shio Kambing yang Dikenal Kreatif dan Misterius, Kenali Karakter dan Sifatnya

Tidak hanya dari keterangan korban selamat, keterangan mengenai WNI lain di atas kapal tersebut juga didapati dari keterangan empat tersangka, selain tiga tersangka yang dibawa ke Batam, yang telah berada dalam penahanan Polres Metro Jakarta Utara.

Pada Senin sore (15/6) Polda Kepulauan Riau akhirnya merilis tiga tersangka Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), yang menjual dua WNI untuk dijadikan Anak Buah Kapal (ABK) di kapal berbendera China Fu Lu Qing Yuan Yu 901.

Dalam kesempatan tersebut, Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenheart menyebutkan bahwa total tersangka untuk kasus ini berjumalah 7 orang.

Mereka memiliki peran mulai dari perekrutan, pembuatan dokumen palsu, hingga mencari pekerjaan di kapal berbendera asing.