MAKI Akan Laporkan Lima Hakim PN Surakarta ke MA dan KY

Ilustrasi.Palu Hakim.(ist)

SURYASOLO.COM – Tiga hakim Pengadilan Negeri (PN) Surakarta, berinisial HM, NH dan JH yang menyidangkan kasus kejahatan perbankan dengan terdakwa tiga pimpinan Bank UOB bakal dilaporkan ke Badan Pengawas (Bawas) Mahkamah Agung (MA) dan Komisi Yudisial (KY).

Ketiganya akan dilaporkan ke MA dan KY oleh Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) karena memutuskan penangguhan penahanan bagi terdakwa yakni Vincensius Hendry, Meliawati dan Natalia Go dari Rutan Polresta Surakarta menjadi tahanan kota.

Hakim mengabulkan penangguhan penahanan bagi tiga terdakwa atas permohonan dari keluarga terdakwa salah satu alasannya karena pandemi covid-19 alias takut terinfeksi virus corona saat menjalani penahanan di Polresta Surakarta.

Ketiga terdakwa yang punya jabatan sebagai Area Officer Manager (AOM) dan Front Officer Manager (FOM) di Bank UOB, awalnya ditahan polisi dan jaksa penuntut umum (JPU).

Namun begitu perkaranya disidangkan di PN Surakarta, oleh majelis hakim yang diketuai HM ditangguhkan penahanannya dari rutan Polresta menjadi tahanan kota.

”Kami akan melaporkan hakim yang menyidangkan perkara kejahatan perbankan tersebut ke Bawas MA dan KY. Tujuannya penangguhan penahanan tiga terdakwa patut diawasi dan diaudit. Ada apa kok hakim mengabulkan penangguhan penahanan. Sebab sebagai kebiasaan jika polisi, jaksa melakukan penahanan, hakim biasanya juga menahan dengan pertimbangan agar persidangan berlangsung lancar. Kalau terdakwa menjalani tahanan kota lalu melarikan diri saat dipanggil dalam sidang, siapa yang akan bertanggung jawab,” tegas Boyamin Saiman sebagai Koordinator MAKI dengan nada tanya saat ditemui di PN Surakarta, Kamis (11/6/2020) siang seperti dikutip dari suaramerdekasolo.com.