Gula Semut Cilacap dengan Volume 25 Ton Diekspor ke Brasil Saat Pandemi

Produksi gula semut di Cilacap, Jateng. Produk gula semut menjadi salah satu komodite ekspor.(suryakepri.com/ist)

CILACAP, SURYASOLO.COM – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo melepas ekspor 25 ton gula semut Cilacap dengan tujuan Brasil. Itu dilakukannya saat menteri melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Jumat (12/6) sore.

Syahrul Yasin Limpo mengatakan Kabupaten Cilacap tidak hanya memproduksi komoditas pangan dasar, tetapi juga produk lain, termasuk gula semut.

“Saya ingin sampaikan kalau bupatinya seperti Pak Bupati Cilacap (Tatto Suwarto Pamuji) dengan pemerintahan yang sangat kondusif bersama DPRD dan yang lain, maka akselerasi yang bisa dilakukan untuk kepentingan masyarakat, kehidupan rakyat yang lebih baik, masih bisa dicapai,” katanya.

Baca: RAMALAN ZODIAK CINTA BESOK, Sabtu 13 Juni 2020, Gemini Ikuti Tanpa Basa-basi, Leo Tertarik Kenikmatan

Baca: Striker PSS Sleman Yevhen Bokhashvili Senang Liga 1 Bakal Dilanjutkan, Ini Harapannya

Baca: Pengunduran Diri Kompetitor di Partainya Ditolak DPC PDI-P, Gibran Tak Mau Ambil Pusing

Mentan mengaku kagum di saat pandemi COVID-19 seperti sekarang, masih ada ekspor yang sangat kuat dan bisa dilakukan. “Ini luar biasa,” katanya.

Sementara Kepala Badan Karantina Pertanian Kementan Ali Jamil mengatakan ekspor produk pertanian dari Kabupaten Cilacap yang disertifikasi oleh Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap meningkat dari tahun ke tahun.

“Komoditas yang diekspor berupa gula kelapa, daun ketapang, kayu albasia, sarang burung walet, dan lain-lain. Komoditas ini sebagian besar diekspor ke negara-negara Asia, Eropa, dan Amerika,” katanya.

Terkait dengan pelepasan ekspor 25 ton gula semut organik ke Brasil, dia mengatakan nilai ekspor yang dilakukan oleh eksportir PT Coco Sugar Indonesia itu mencapai Rp770.000.000.