Satpol PP Surakarta Razia Anak-anak di Pusat Perbelanjaan dan Tempat Keramaian

Satpol PP mencatat identitas ibu dan anaknya yang ditemui di dalam sebuah pusat perbelanjaan. Pol PP melakukan razia terhadap anak-anak untuk mencegah generasi muda terpapar Covid-19. (Foto: FB).
Satpol PP mencatat identitas ibu dan anaknya yang ditemui di dalam sebuah pusat perbelanjaan. Pol PP melakukan razia terhadap anak-anak untuk mencegah generasi muda terpapar Covid-19. (Foto: FB).

SOLO, SURYASOLO.COM – Satuan Polisi Pamong Praja Kota Surakarta (Solo) melakukan razia terhadap anak-anak yang berada di luar rumah. Hasilnya, Rabu (10/6/2020) kemarin, terjaring sejumlah anak di pusat perbelanjaan.

Sebelumnya beredar pesan berantai di WhatsApp mengatasnakan Walikota Surakarta FX Hadi Rudyatmo terkait razia terhadap anak-anak.

Berikut bunyi pesan berantai tersebut:

Mulai tgl 8 Juni 2020 Pemkot Kota Ska akan merazia kpd anak2 yg pergi ke mall, pasar, tempat wisata atau keramaian.

Utk itu diberitahukan ke ortu murid spy kerja sama TDK mengajak putra putrinya kluar rumah, Krn stlh dirazia apabila ditanya nama sekolahnya scr otomatis kepala sekolah yang bersangkutan akan dipanggil pihak satpol PP.

Mohon mulai disosialisasikan hasil Rapat GUGUS TUGAS COVID-19 DALAM RANGKA MENCEGAH PENULARAN VIRUS CORONA TERHADAP ANAK-ANAK SEKOLAH. IKATAN DOKTER ANAK INDONESIA (IDAI) DAN IKATAN DOKTER INDONESIA (IDI).

Merekemondasikan kpd anak2 PAUD, TK, SD, SMP dan SMA/SMK. Dalam rangka mencegah PENULARAN VIRUS CORONA.

Untuk sementara dilarang Berkerumun, berjabat tangan, Pergi ke Mall, Pasar tradisional, Toserba, tempat wisata, tempat bermain yg sifatnya tidak bisa diatur Jarak bermain.

Juga diusulkan PEMBUKAAN SEKOLAH DILAKSANAKAN PALING CEPAT BULAN DESEMBER 2020 mohon berkenan mensosialisasikan kpda Anak2 kita.

Pemerintah dan TNI POLRI akan melaksanakan patroli penertiban ke tempat tsb diatas dan akan diterapkan sanksi. Maturnuwun SALAM SEHAT…!!!

Ttd FX Hadi Rudyatmo Walikota Surakarta.”

Ternyata pesan berantai tersebut benar. Walikota pun membenarkannya dan menegaskan bahwa pemerintah melakukan razia untuk menyelamatkan generasi muda.

Sebab, kata Rudy, pemerintah tidak mau anak-anak, para generasi muda Kota Surakarta terpapar virus corona.

Bahkan, kata Rudy, pesan berantai tersebut didesain dalam rapat bersama Gugus Tugas Covid-19 Surakarta dan akan diatur dalam Peraturan Walikota Surakarta.

Sementara akun facebook Kota Solo memosting foto petugas Pol PP sedang melakukan razi di sebuah pusat perbelanjaan dan mendatapi seorang ibu bersama anaknya.

Petugas terlihat mencatat identitas orangtua dan anaknya.

“Anak-anak diliburkan untuk belajar di rumah dan supaya terhindar dari penyebaran Covid-19.┬áKalau anak main ke mall, nanti ya Ibu/Bpk Guru dipanggil Dinas ,” begitu narasi yang menyertai postingan foto tersebut. (*)

Editor: Eddy Mesakh | Sumber: Facebook Kota Solo