2 WNI Ditemukan Terapung di Perairan Karimun Kepri Ternyata Kru Kapal Nelayan China yang Kabur

Kapolres Karimun AKBP Muhammad Adenan didampingi Sekda Karimun M Firmansyah (kiri) memberikan keterangan pers di Mapolsek Tebing, Sabtu (6/6/2020). Foto Suryakepri.com/rachta yahya

KARIMUN, SURYASOLO.COM – Kasus nelayan Indonesia yang ditengarai tertekan saat bekerja di kapal nelayan China kembali terjadi.

Itu setelah dua orang nelayan berkewarganegaraan Indonesia ditemukan terapung-apung di perairan sekitar perbatasan Karimun, Kepulauan Riau (Kepri) dengan Malaysia dan Singapura, Sabtu (6/6/2020).

Keduanya ditemukan nelayan Karimun Kepri tengah terapung-apung.

Baca: Prabowo Subianto Tunjuk Iman Sutiawan sebagai Ketua DPD Partai Gerindra Kepri

Baca: Keuangan Zodiak yang Dapat Untung Hari Ini, 5 Zodiak Mujur Dapat Rezeki Nomplok

Baca: RAMALAN ZODIAK CINTA BESOK, Minggu 7 Juni 2020, Gemini Sukses Ada Digenggaman, Leo Ada Hubungan Spesial

Nelayan Karimun yang menemukan keduanya tengah terapung-apung kemudian menyelamatkan keduanya dan dibawa ke pantai Leho.

Keduanya kemudian dibawa ke Mapolsek Tebing, Karimun.

Keduanya diketahui bernama Reynalfi (22) asal Medan, Sumatera Utara dan Andri Juniansyah (30) asal Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.

Kapolres Karimun AKBP Muhammad Adenan saat konferensi pers di Mapolsek Tebing mengatakan, Reynaldi dan Andri merupakan ABK China bernama Lu Qing Yuannyu 213 berbendera China.

Kapal China Lu Qing Yuannyu 213 itu adalah kapal nelayan menangkap cumi-cumi.