Tradisi Arak-arakan Sapi di Boyolali Tahun Ini Ditiadakan

Tradisi arak-arakan sapi di Boyolali Jateng pada tahun 2029 lalu.(suryasolo.com/foto detik.com)

SURYASOLO.COM – Boyolali, Jawa Tengah dikenal sebagai daerah penghasil susu sapi. Di antara penghidupan warga beternak sapi, ada tradisi yang dilestarikan tiap tahunnya. Namun tidak pada tahun ini terkait pandemi.

Tradisi arak-arakan sapi di Boyolali menyambut Bulan Syawal tahun 1441 Hijriah ini ditiadakan. Hal ini dilakukan untuk menghindari kerumunan di masa pandemi virus Corona.

“Karena sekarang sedang ada wabah COVID-19, kita ikuti instruksi Pemerintah untuk menghindari kerumunan. Maka tradisi arak-arakan sapi dalam Syawalan Minggu (31/5) besok ditiadakan dulu,” kata Ketua RW 04 Desa Sruni, Kecamatan Musuk, Boyolali, Hadi Sutarno kepada wartawan di Boyolali, Jumat (28/5) seperti dikutip Detik.com.

Baca: Begini Proses Evakuasi Ratusan WNI dari Dua Kapal Pesiar Asing

Baca: Ramalan Keuangan 12 Shio Sabtu 30 Mei, Macan Jangan Tanggung-tanggung Persiapkan Diri Anda

Baca: Ramalan Zodiak Cinta Hari Ini, Sabtu Legi 30 Mei: Aries Berkesempatan Mengubah Banyak Hal

Tradisi Arak-arakan atau Angon sapi ini rutin digelar oleh warga di lingkup RW 04, Dukuh Mlambong, Rejosari dan Gedongsari, Desa Sruni.

Tradisi ini dilaksanakan setiap satu tahun sekali, di akhir perayaan Lebaran atau di H+7 Lebaran.

Tradisi arak-arakan sapi tahun ini sedianya dilaksanakan pada Minggu (31/5).

Acara ini digelar bertepatan dengan momen Kupatan atau Syawalan yang dikenal masyarakat sebagai Bakdo kupat dan bakdo sapi.

Dalam tradisi ini ratusan hewan ternak sapi milik warga setempat dikeluarkan dari kandang untuk diarak keliling kampung.