Walikota Solo, Pejabat, hingga Pegawai Jalani Rapid Test, Ini Alasannya

Karyawan yang berkerja di Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mengikuti rapid test di Kantor Dinas Kesehatan Kota Solo, Jawa Tengah, (27/5/2020). Selain karyawan Pemkot Solo, rapid test dengan metode serum atau darah lipat siku (whole blood) tersebut juga diikuti puluhan wartawan di Solo untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19. (foto/antara)

Seluruh pegawai, pejabat hingga wali kota di Solo, Jawa Tengah menjalani rapid test. Mereka selama ini banyak berbaur dengan masyarakat sehingga perlu tes untuk memastikan kesehatannya.

SOLO, SURYASOLO.COM – Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo beserta jajaran petinggi TNI, dan Polri di Kota Solo menjalani rapid test Covid-19 di Kantor Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Rabu (27/5).

Selain Wali Kota, rapid test juga diikuti Wakil Wali Kota Solo Achmad Purnomo, Kapolresta Surakarta Kombes Pol Andy Rifai, Dandim 0735/Surakarta Letkol (Inf) Wiyata Sempana Aji.

Selain itu, ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo yang berinteraksi langsung dengan masyarakat. Termasuk lurah, camat, Satpol PP, serta layanan kependudukan dan perizinan.

Baca: Catat Jadwal dan Persyaratan Masuk Sekolah Kedinasan, Ini Daftarnya

Baca: The New Normal: Wujudkan The New Indonesia

Baca: Keraton Tiadakan Hajad Dalem Garebeg Sawal dan Ngabektan, Tapi Tetap Bagikan Ubarampe Gunungan

Wali Kota mengatakan rapid test tersebut untuk mengantisipasi agar jangan sampai orang tanpa gejala (OTG) pada pelayan masyarakat yang dikhawatirkan membawa virus.

“Sehingga tidak ada salahnya kalau ikut rapid test ini. Sebetulnya saya sudah tiga kali ini, dua kali sebelumnya di RSUD Ngipang,” kata Rudyatmo kepada wartawan.

Dia mengaku meminta semua pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) dan jajaran ASN untuk mengikuti rapid test tersebut.

Tujuannya agar tidak menyebarkan virus ketika diajak Wali Kota turun ke lapangan.