The New Normal: Wujudkan The New Indonesia

Alumnus Lemhannas PPSA XXI, AM Putut Prabantoro, yang juga Ketua Pelaksana Gerakan Ekayastra Unmada (Semangat Satu Bangsa).(suryasolo.com/ist)

JAKARTA, SURYASOLO.COM – Protokol New Normal yang diputuskan pemerintah untuk diberlakukan harus dilihat sebagai momentum bagi bangsa Indonesia untuk bangkit dan membenahi kehidupannya kembali.

Momentum ini harus dilihat sebagai langkah awal untuk mewujudkan ketahanan nasional (Tannas) yang akan dan harus diwujudkan dan dimulai dari kondisi New Normal.

Oleh karena itu, dalam konteks New Normal, pemerintah tidak boleh dibiarkan berjalan sendiri tetapi harus dibantu agar terwujud “The New Indonesia”.

Demikian dijelaskan Alumnus Lemhannas PPSA XXI, AM Putut Prabantoro, yang juga Ketua Pelaksana Gerakan Ekayastra Unmada (Semangat Satu Bangsa) di Jakarta, Senin (25/05/2020).

Baca: Keraton Tiadakan Hajad Dalem Garebeg Sawal dan Ngabektan, Tapi Tetap Bagikan Ubarampe Gunungan

Baca: Mendikbud Nadiem Makarim Tegaskan Soal Jadwal Masuk Sekolah, Sekarang Masih Digodok

Baca: Wisata Candi Borobudur dan Candi Prambanan Mulai Buka Lagi Awal Juni

Jika dapat diibaratkan, demikian Putut Prabantoro mengungkapkan, melawan Covid-19 adalah perang yang sesungguhnya dan seluruh dunia saat ini berperang melawan virus ini agar dapat kembali ke kehidupan normal.

Prihatinnya, perang ini sungguh sulit ditentukan kapan berakhir dan dimenangkan mengingat musuh yang dihadapi tak nampak meski ketakutan atau teror yang dibuatnya sudah sangat berdampak pada kehidupan sehari-hari.

Covid sebagai musuh tak nampak ini, baginya mengingatkan semua bangsa terhadap tiga ‘senjata utama” yang harus dimiliki untuk memenangkan perang.

Perang dimenangkan jika suatu bangsa memiliki ketahanan di bidang pangan, air dan energi, yang merupakan senjata utama. Tanpa memiliki tiga senjata utama ini, perang tidak akan dimenangkan oleh bangsa Indonesia.

Hal ini bisa dilihat saat masa darurat dan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) diberlakukan, kekhawatiran utama yang muncul adalah apakah pangan masih tersedia.