Keraton Tiadakan Hajad Dalem Garebeg Sawal dan Ngabektan, Tapi Tetap Bagikan Ubarampe Gunungan

Perayaan Hari Raya Idulfitri 1441 H/Wawu 1953 atau Minggu (24/5/2020) di Keraton Yogyakarta..(Foto: Humas DIY)

YOGYAKARTA, SURYASOLO.COM – Keraton Yogyakarta meniadakan Hajad Dalem Garebeg Sawal dan Ngabekten pada perayaan Hari Raya Idulfitri 1441 H/Wawu 1953 atau Minggu (24/5/2020).

Kebijakan ini diambil guna mendukung anjuran pemerintah dan menyesuaikan kondisi tanggap darurat bencana Covid-19.

Meski demikian, Keraton Yogyakarta tetap membagikan ubarampe gunungan yang berupa rengginang sejumlah 2.700 buah.

Baca: Balon-balon Raksasa yang Siap Diterbangkan, Diamankan Petugas di Wonosobo

Baca: Wisata Candi Borobudur dan Candi Prambanan Mulai Buka Lagi Awal Juni

Baca: Wisata Sejarah Napak Tilas Ir Soekarno Spot Baru Pariwisata di Surabaya

Ubarampe tersebut berjumlah sama dengan banyaknya rengginang yang disiapkan dalam Gunungan Estri dan Gunungan Dharat pada saat Upacara Garebeg sebagaimana mestinya.

Pada Sabtu (23/5/2020), ubarampe rengginang dibusanani atau diberikan kain penutup bermotif bangun tulak oleh Kanca Abrit dan selanjutnya dibawa ke Bangsal Srimanganti untuk diinapkan satu malam.

Pada Minggu (24/5/2020) pukul 09.00 digelar prosesi pembagian dan pemberangkatan ubarampe di Bangsal Srimanganti yang dipimpin GKR Mangkubumi.

Turut hadir pada agenda tersebut Putra Dalem, Putri, dan Mantu Dalem, yakni GKR Condrokirono, KPH Wironegoro, KPH Purbodiningrat, dan KPH Notonegoro.