Ahli di India Akan Ungkap Rahasia Jangka Waktu Corona Bertahan dalam Jenazah

Pada hari Selasa (19/5/2020), Dewan Penelitian Medis India atau Indian Council of Medical Research (ICMR) mengatakan bahwa Covid-19 adalah infeksi pernapasan dan sebagian besar menyebar melalui aerosol.

Baca: Kuis Penjaga Langit Kian Diminati: Pelajar Semarang Raih Peringkat Pertama pada Pekan Kedua

Dan sesuai literatur ilmiah yang tersedia hingga saat ini, menyebutkan bahwa seiring waktu kelangsungan hidup virus berangsur-angsur berkurang dalam jenazah.

Namun demikian, tidak ada batasan waktu pasti dan belum diketahui apakah itu masih menular atau tidak.

BACA: 60 Pasien Covid-19 Sembuh Berkat Kombinasi Obat Cacing dan Antibiotik 

Oleh karena itu, para peneliti disarankan untuk berhati-hati dalam melakukan tindakan pencegahan dan sebaiknya menjalankan teknik otopsi non-invasif.

Teknik otopsi non-invasif, seperti yang dijelaskan dalam pedoman ICMR, harus dijalankan jika diperlukan, untuk mencegah risiko penyebaran infeksi terhadap staf kamar mayat, petugas kepolisian, dan kontaminasi pada permukaan benda-benda di kamar mayat.

“Jika ahli bedah otopsi merasa bahwa ia belum bisa menyimpulkan penyebab kematian atau masalah terkait lainnya tanpa pembedahan, maka ia dapat melanjutkan dengan pembedahan internal invasif atau terbatas minimal.”

“Namun, proses pembedahan harus dilakukan dengan pertimbangan bahwa konduksi otopsi adalah prosedur berisiko tinggi yang berpotensi sama berbahayanya dengan prosedur lain yang dilakukan pada tubuh pasien Covid-19, “kata pedoman itu.

Dewan Riset Medis India mengatakan bahwa penelitian terbatas telah dilakukan dengan sampel postmortem pasien yang meninggal karena Covid-19.

Sebagian besar studi patologis menyebutkan sesuai dengan fitur klinis dan perjalanan klinis penyakit secara umum.

Baca: 33 Pasien Covid-19 Sembuh Setelah Minum Jus Mengkudu

“Tetapi penyakit itu juga mengakibatkan kerusakan patologis pada organ-organ seperti jantung, hati, ginjal, otak, pembuluh darah dan organ-organ lain, katanya.(*)

Editor: Eddy Mesakh | Sumber: Times of India